INDEKSMEDIA.ID – Asifah, bocah 9 tahun terpaksa harus terbaring di tempat tidur. Dia tak bisa bermain dengan teman sebayanya lantaran sakit yang dideritanya.
Siswa yang baru duduk kelas 3 SD itu menderita penyakit TB tulang. Lantaran penyakitnya itu pula, dia juga tak bisa melanjutkan pendidikannya.
TBC atau tuberkulosis (TB) tulang belakang dikenal juga dengan nama penyakit Pott. Adapun, tuberkulosis ini terjadi di luar paru-paru dan menjangkiti tulang belakang.
Penyakit ini umumnya menginfeksi tulang belakang pada area toraks (dada belakang) bagian bawah dan vertebra lumbalis (pinggang belakang) atas.
Sang ibu, Mawarti (37) hanya bisa pasrah melihat penyakit anaknya. Faktor tak memiliki biaya menjadi alasan utama orang tua tunggal itu memilih merawat anaknya di rumah.
Lantaran merawat anaknya itu pula, warga Lebang, kilo 3, Palopo ini harus meninggalkan pekerjaannya di pencucian mobil dan jual sayur. “Modal saya habis untuk membiayai anak saya. Kami jadi kesusahan untuk makan sehari-hari dan pengobatan Asifah,” jelasnya kepada Indeksmedia.id, Rabu (20/9/2023).
Meski demikian, ibu tunggal itu mengaku harus kuat menjalani hidup demi sang buah hatinya. “Saya harus kuat, ada Asifah yang membutuhkan saya,” katanya.
Kelurahan, Kecamatan dan Dinas Sosial Kota Palopo sudah pernah mengunjungi Mawarti. Namun, mereka tak dapat berbuat banyak lantaran dia ber-KTP Enrekang, meski sudah tahunan tinggal dan berdomisili di Kota Palopo.
“Pernah ada bantuan datang dari Baznas Palopo. Pak Camat dan Lurah pernah mau bantu, ada juga dari Dinas Sosial, tapi KTP saya Enrekang,” tandasnya.
Saat ini Asifah dirawat di rumah dan terus dipantau kesehatannya oleh Dokter Fadly bersama timnya, PSC 119 Palopo. (*)












