INDEKSMEDIA.ID — Awal tahun 2019, dunia digegerkan oleh kemunculan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.
Virus yang mewabah ini memberikan dampak luar biasa kepada kehidupan masyarakat.
Siapa sangka, pasca corona mereda, dunia kembali dihebohkan dengan kemunculan virus penyebab demam berdarah.
Namun bedanya penyakit demam berdarah ini berbeda dengan penyakit demam berdarah pada umumnya.
Penyakit ini adalah penyakit langkah yang disebabkan oleh virus bernama Marburg.
Dilansir dari halodoc.com yang ditinjau oleh dr. Rizal Fadli, gejala Marburg ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, mual dan muntah.
Berdasarkan informasi dari world Health Organization (WHO) pada 22 Maret 2023, kasus ini berkembang di Afrika.
Inang reservoir atau pembawa virus Marburg adalah kelelawar Rousettus aegyptiacus atau kelelawar buah yang berasal dari Afrika,.
Penyakit ini kini meningkat pesat di negara Afrika berdasarkan informasi dari WHO pada 22 Maret 2023.
Terdapat 29 kasus penyakit virus Marburg termasuk 27 kasus kematian di kawasan di Guinea Khatulistiwa Afrika.
Selain itu, terdapat 8 kasus penyakit di Tanzania, 5 di antaranya meninggal dunia.
Virus Marburg dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung.
Penularan ini terjadi jika terdapat, pertama kontak langsung dengan kulit yang rusak atau selaput lendir di hidung dan mulut.
Kedua, darah atau cairan tubuh seperti urin, ludah, keringat, feses, muntahan.
Bahkan melalui ASI, air ketuban, dan air mani, yang berasal dari orang yang sakit atau meninggal karena penyakit ini.
Ketiga, Benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan tubuh pengidap penyakit virus Marburg.
Seperti pakaian, selimut, jarum suntik, dan peralatan medis.
Dan keempat, Air mani pria yang sembuh dari penyakit virus Marburg melalui hubungan intim. (*/Cca)












