Kasus Keracunan Meledak, Menkeu Ancam Pangkas Anggaran Program MBG

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (foto: Kemenkeu)

SURABAYA, INDEKSMEDIA.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan melakukan evaluasi ketat terhadap anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini diambil menyusul lonjakan kasus keracunan makanan yang melibatkan ratusan siswa penerima program.

“MBG pelaksanannya bukan ke saya, tapi nanti saya akan lihat di akhir Oktober seperti apa,” kata Purbaya usai menghadiri acara di Surabaya, Kamis (2/10/2025).

Menurutnya, keputusan apakah anggaran BGN ditambah atau justru dipangkas akan bergantung pada kemampuan badan tersebut menyerap dan mengelola dana hingga akhir tahun. “Kalau penyaluran anggaran bagus, ya bisa ditambah. Tapi kalau ternyata tidak mampu diserap sampai Desember, ya kita kurangi,” tegasnya.

Di sisi lain, Purbaya mengingatkan bahwa pelaksanaan teknis program sepenuhnya menjadi tanggung jawab BGN. Saat ini, krisis kepercayaan publik tengah melanda program MBG akibat meningkatnya kasus keracunan di sejumlah daerah.

Data BGN mencatat, sepanjang 6 Januari–31 Juli 2025 terjadi 24 kasus keracunan makanan. Namun dalam periode 1 Agustus–30 September 2025, jumlah kasus melonjak drastis dengan tambahan 51 kasus.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, penyebab keracunan beragam mulai dari kesalahan pengadaan bahan baku hingga proses distribusi yang melewati batas aman. “Pembelian bahan baku seharusnya H-2, ada yang dilakukan H-4. Proses memasak dan distribusi maksimal enam jam, ada yang sampai 12 jam. Hal-hal seperti ini yang kemudian menimbulkan masalah,” ujarnya.

Kasus-kasus tersebut tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, dan Indonesia Timur. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bersama sejumlah menteri terkait serta BGN telah menggelar rapat koordinasi untuk membahas evaluasi menyeluruh terhadap program MBG.

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!