INDEKSMEDIA.ID — Gelombang penembakan massal terjadi selama akhir pekan pada hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS).
Penembakan massal itu dipicu oleh beberapa faktor termasuk akses mudah ke senjata api di AS, suhu yang lebih tinggi, dan pelaku yang tak bisa kendalikan diri.
Penembakan massal dengan 30 tembakan tersebut menewaskan dua orang pada Selasa (4/7), di Baltimore.
Di hari Kemerdekaan Paman Sam itu sedikitnya, dengan hari yang sama, ada 10 orang yang luka dan tiga orang tewas dalam penembakan di wilayah berbeda, di Lousiana.
Seorang anak yang berusia tujuh tahun pi. juga ditembak mati di hari yang sama tepatnya di Tampa, Florida, seperti dikutip dari Newyorktimes.
Sembilan orang lainnya luka akibat tembakan peluru dari sebuah mobil di Washington DC.
Secara keseluruhan, penembakan tersebut menewaskan sedikitnya 15 orang, dan melukai lebih dari 50 orang lainnya.
Masih dari Newyorktimes, penembakan semacam itu terjadi setidaknya dalam beberapa tahun terakhir.
Periode dari 30 hingga 7 Juli sudah terjadi sekitar lusinan penembakan massal tiap tahunnya.
Setidaknya dimulai sejak 2014 lalu, menurut Arsip Kekerasan Senjata. (*)












