INDEKSMEDIA.ID — Buang angin atau kentut seringkali dianggap sesuatu yang sangat memalukan dan tidak sopan.D
Dilansir dari akun instagram fakta.indo fakta.indo seorang kakek di Pasangkayu, Sulawesi Barat, tewas ditangan sahabatnya sendiri, Minggu (5/3/2023).
Korban ditikam oleh sahabatnya lantaran sering buang angin atau kentut sembarangan.
Namun dalam ilmu kesehatan, mencium bau kentut dapat baik bagi kesehatan.
Ini dimuat pada laman halosehat.com yang mendapatkan tinjauan secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro.
Diketahui bahwa komponen utama gas yang menghasilkan kentut adalah Hidrogen Sulfida.
Penelitan yang dilakukan tim kolaborasi antara Universitas Exeter dan Universitas Texas.
Kedua negara itu menemukan senyawa bernama AP39 yang dibentuk sama persis seperti hidrogen sulfida.
Senyawa ini di uji cobakan kepada hewan, dan hasil yang di peroleh sangat positif, 80% sel mitokondria.
Sel mitokondria adalah sel yang memproduksi energi yang dipengaruhi oleh AP39 bisa bertahan lebih lama.
Hal ini disebabkan Hidrogen Sulfida ataupun AP39 memiliki kemampuan mengurangi efek stres oksidatif atau ppenggabungan gas pada sel tubuh yang akan memicu beragam penyakit.
AP39 menunjukkan potensinya dalam mengurangi tekanan darah, mencegah kerusakan ginjal.
Selain itu menjauhkan otak dari potensi dementia dan alzheimer, serta mencegah penuaan dini. (*/Cca)












