BPJS Kesehatan Gelar Public Expose, Bahas Transparansi Keuangan dan Kinerja Tahun 2024

BPJS Kesehatan Gelar Public Expose, Bahas Transparansi Keuangan dan Kinerja Tahun 2024.

JAKARTA, INDEKSMEDIA.ID – BPJS Kesehatan menggelar kegiatan Public Expose sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas pengelolaan program dan keuangan tahun 2024.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni secara langsung (offline) dan melalui Zoom Meeting (online), serta dihadiri oleh seluruh media massa nasional dan daerah di Indonesia pada Senin (14/07/2025).

Public Expose ini merupakan agenda rutin BPJS Kesehatan sebagai wujud transparansi kepada masyarakat, khususnya dalam menyampaikan laporan kinerja serta capaian program strategis nasional, yakni Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dalam sambutannya menegaskan bahwa Program JKN merupakan program strategis nasional yang terbukti memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan akses layanan kesehatan masyarakat.

“Public Expose ini adalah bentuk nyata akuntabilitas dalam memastikan keterbukaan informasi kepada publik, baik dalam bentuk laporan keuangan maupun pengelolaan program,” ujarnya.

BPJS Kesehatan Bahas Transparansi Keuangan dan Kinerja Tahun 2024.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. Ali Gufron Mukti, dalam pemaparannya menyampaikan sejumlah capaian dan tantangan sepanjang tahun 2024.

Dia menyebutkan, aset bersih Dana Jaminan Sosial (DJS) pada 2024 tercatat sebesar Rp49,52 triliun, mengalami penurunan dari Rp56,67 triliun pada tahun 2023. Sementara itu, hasil investasi DJS juga menurun dari Rp5,7 triliun menjadi Rp5,3 triliun.

Namun demikian, dari sisi kepesertaan, program JKN menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Hingga akhir tahun 2024, jumlah peserta telah mencapai 278,1 juta jiwa, atau 98,45 persen dari total penduduk Indonesia. Per Juli 2025, jumlah peserta meningkat menjadi 280,1 juta dengan tingkat keaktifan sebesar 77,3 persen,” ungkapnya.

BPJS Kesehatan pelihatkan statistik pencapian tahun 2024.

Selain itu, dari sisi layanan, jumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan meningkat 28 persen dalam periode 2014–2024, yakni dari 18.437 menjadi 23.682 unit.

“Adapun rumah sakit mitra BPJS Kesehatan juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 88 persen, dari 1.681 menjadi 3.162 unit,” tutupnya. (Penulis: Adrian).

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!