Kasus Pengeroyokan yang Libatkan 3 Oknum Security PLN Palopo Naik Tahap Sidik

Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Alvin Aji Kurnjawan. (PP)

INDEKSMEDIA.ID – Kasus pengeroyokan yang melibatkan tiga oknum security PLN Palopo memasuki babak baru. Sat Reskrim Polres Palopo menaikkan kasus tersebut ke tahap sidik.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Alvin Aji Kurniawan kepada wartawan, Kamis (3/8/2023).

Dia mengatakan, adanya bukti visum dan keterangan saksi menguatkan dugaan bahwa memang ada pengeroyokan. Hal inilah yang mendasari Polres Palopo menaikkan kasus tersebut ke tahap sidik.

“Kami sudah periksa saksi korban maupun saksi terlapor. Kami juga telah mengumpulkan bukti hasil visum dari RSUD dr Palemmai,” jelas Kasat Reskrim Polres Palopo.

“Sebelum ke tahap sidik, kami terlebih dahulu melakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut. Hasil gelar perkara itulah yang membuat kami menaikkan kasus ini ke tahap sidik,” ujarnya.

Hanya saja, Polres Palopo belum menetapkan tersangka kepada tiga oknum security tersebut. Mereka akan meminta keterangan kembali kepada korban maupun ketiga terlapor.

Selain itu, Polres Palopo juga bakal mengumpulkan bukti baru, yakni CCTV yang ada di lokasi kejadian. “Bila CCTV tersebut dihapus, maka kami akan memberikan pidana lainnya, yakni merusak barang bukti,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan nasib malang dialami Fahmi Ivhaldo Fauzi (24), warga Kelurahan Benteng, Kota Palopo. Dia menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oknum security PLN Palopo.

Ivhal menuturkan kronoligis kejadian pengeroyokan yang dilakukan oknum security kantor PLN Palopo, Jalan Andi Kambo, Kelurahan Salekoe, Kota Palopo.

Dia mengatakan saat itu dirinya melintas di Jalan Andi Kambo, Kota Palopo. Tiba-tiba kendaraannya dihentikan security PLN Palopo lantaran ada mobil dari pegawai yang keluar.

Namun, lantaran terburu-buru, Ivhal sempat cekcok mulut dengan security tersebut. Korban tak terima dihentikan tiba-tiba oleh security. Lantaran kesal dengan korban security tersebut langsung menganiaya korban.

“Ada tiga orang yang pukul ka. Na kasi jatuh ka, langsung ka na injak-injak. Sampai berdarah bibirku karena dipukul dan diinjak tiga security,” aku Ivhaldo.

Tak sampai disitu penganiayaan yang dilakukan tiga oknum security kantor PLN Palopo itu. Mereka bahkan menyemprotkan cairan aneh kepada korban hingga membuat matanya perih.

“Saya tidak tahu itu cairan apa. Tapi bikin pedis mata. Setelah na keroyok ka, na ancam ka, supaya tidak melapor ke polisi,” jelasnya.

Menjadi korban pengeroyokan membuat keluarga Ivhaldo tak terima. Mereka lalu melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

“Kami tidak terima adik kami dikeroyok seperti pencuri seperti ini. Mukanya jadi lebam karena dikeroyok. Kami ingin pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelas kakak korban, Dwi Ira Kartika.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Alvin membenarkan adanya laporan pengeroyokan yang dilakukan oknum security kantor PLN Palopo. “Laporan korban sudah masuk. Saat ini kami melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” jelas Kasat Reskrim.

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!