Daerah  

Rektorat UIN Palopo Dinilai Tutup Mata Kasus Pelecehan oleh Dosen LGBT

Beredar poster virtual yang berisi dugaan tindak pelecehan seksual di Kampus UIN Palopo (foto: indeksmedia)

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID — Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk pelecehan seksual dan praktik LGBT di lingkungan kampus. Desakan itu muncul karena hingga kini pihak kampus belum memberikan keterangan resmi maupun sanksi terhadap seorang dosen yang diduga terlibat kasus LGBT.

Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) MPI, Muhammad Haikal, menegaskan mahasiswa berkomitmen menjaga UIN Palopo sebagai ruang akademik yang aman, sehat, dan bermartabat.

“Kampus Islam adalah tempat belajar, mengasah ilmu, dan membentuk akhlak. Ia harus bersih dari praktik-praktik yang merusak. Karena itu, kami menolak keras segala bentuk pelecehan seksual maupun penyimpangan LGBT,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).

Menurut mahasiswa, kasus ini sudah terang setelah para pelapor menyerahkan alat bukti dan keterangan ke tim Satgas kampus. Namun, mereka menilai lambannya tindakan membuat citra lembaga pendidikan Islam tersebut tercoreng.

Haikal menekankan pelecehan seksual adalah pelanggaran serius yang merugikan korban secara fisik maupun mental. Sementara praktik LGBT dipandang bertentangan dengan ajaran agama dan nilai-nilai Islam.

“Kami menekankan kepada pihak kampus untuk segera memberikan sanksi tegas dan tidak memberikan ruang sedikitpun bagi pelaku pelecehan seksual dan LGBT di kampus ini, karena dapat merusak marwah kampus,” tegasnya.

Mahasiswa MPI menegaskan, sikap ini bukan hanya sebatas pernyataan, melainkan tekad untuk memastikan ruang akademik tetap berada dalam koridor nilai Islam dan akhlakul karimah.

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!