Skandal Naturalisasi: FIFA Jatuhkan Hukuman Berat, Malaysia Krisis Pemain Jelang Piala Asia 2027

Pemain naturalisasi Timnas Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027

INDEKSMEDIA.ID – Sepak bola Malaysia terguncang keras. FIFA resmi menjatuhkan hukuman disiplin kepada tujuh pemain naturalisasi tim nasional Malaysia karena terbukti menggunakan dokumen palsu dalam proses administrasi.

Putusan ini diumumkan Komite Disiplin FIFA, yang sekaligus memberikan denda sekitar Rp7,3 miliar kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Selain itu, ketujuh pemain dijatuhi skorsing 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola.

Mereka adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Jon Irazábal, dan Héctor Hevel.

Pukulan Telak untuk Harimau Malaya

Keputusan FIFA ini membuat pelatih timnas, Peter Cklamovski, kehilangan sejumlah pemain inti. Garcés yang biasa menjadi benteng pertahanan, Holgado sebagai ujung tombak, hingga Machuca dan Figueiredo yang selama ini mengatur alur serangan, semuanya kini absen.

“Ini bukan sekadar denda, melainkan krisis yang mengancam proyek naturalisasi Malaysia,” tulis New Straits Times dalam editorialnya.

Kehilangan tujuh pemain kunci diprediksi mengganggu persiapan Malaysia di Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027, tempat mereka bersaing dengan Vietnam, Laos, dan Nepal.

Tekanan Publik Meningkat

FAM kini berada di bawah sorotan publik. Proyek naturalisasi yang digadang-gadang menjadi jalan pintas meningkatkan prestasi tim nasional, justru berubah menjadi bumerang.

Kasus ini memperpanjang daftar masalah administrasi sepak bola Malaysia, yang sebelumnya juga sering disorot karena lemahnya verifikasi dokumen pemain keturunan.

“Jika FAM tidak segera membenahi sistem, Malaysia bukan hanya gagal di Piala Asia, tapi juga kehilangan wibawa di level internasional,” ujar salah satu pengamat sepak bola Malaysia yang dikutip media lokal.

Ancaman dari Regulasi FIFA

Lebih jauh, FIFA berpotensi membatalkan hasil pertandingan kualifikasi yang melibatkan pemain ineligibel. Jika itu benar terjadi, peluang Malaysia lolos ke putaran final Piala Asia 2027 akan semakin tipis.

Bukan hanya itu, jika pelanggaran serupa terulang, FAM terancam hukuman tambahan berupa pembatasan perekrutan pemain asing di masa depan.

Meski berat, sejumlah pihak melihat sanksi ini bisa menjadi momentum untuk membenahi tata kelola sepak bola Malaysia.

FAM dituntut segera menyusun regulasi naturalisasi yang ketat, transparan, dan sesuai standar FIFA, agar tidak lagi terseret kasus serupa.

Dengan waktu yang terbatas, Harimau Malaya harus menemukan solusi cepat demi menjaga asa lolos ke Piala Asia 2027, sekaligus menyelamatkan nama baik Malaysia di kancah sepak bola Asia.

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!