INDEKSMEDIA.ID — Aktivitas Tambang Emas yang diduga ilegal di Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, telah menyajikan korban jiwa.
Tambang emas yang sudah terhitung tahun beraktivitas itu diduga tidak memiliki izin operasional.
Lebih parah lagi, adanya dugaan keterlibatan oknum yang memback-up tambang emas tersebut di Desa Onondowa.
Selain itu, juga dibuktikan dengan hasil penelusuran kami, sebagai Pemuda Muslimin Indonesia, menemukan indikasi adanya keterlibatan “oknum politisi” terkemuka yang turut andil dalam aktivitas tersebut.
Olehnya itu, kami tegaskan untuk dilakukan penertiban terkait persoalan tersebut.
Bukan tanpa alasan, sebab kami melihat adanya ancaman pengrusakan dan pencemaran lingkungan yang dilakukan para penambang ilegal.
Apa yang dilakukan oleh pemerintah daerah Luwu Utara dan aparat kepolisian sekaitan hal ini?
Bersama kita sudah mengetahui, hal demikian itu amat rawan menimbulkan bencana alam seperti erosi, banjir bandang dan pencemaran ruang hidup manusia.
Ditambah lagi pengaruhnya terhadap makhluk hidup di wilayah terdampak limbah beracun akibat zat kimia yang digunakan para pelaku illegal mining.
Olehnya itu, pihak kepolisian sudah semestinya mengambil langkah tegas terhadap aktivitas tersebut. Apalagi tambang emas itu nyata-nyatanya telah menelan korban jiwa.
Berdasarkan informasi yang kami himpun ada 2 korban atas peristiwa tersebut, Fiki (38) dan Adrianus Koase (30).
Adrianus ditemukan meninggal dunia, sementara Fiki berhasil diselamatkan dan saat ini menjalani perawatan medis di Puskesmas Rampi.
Terakhir kami tegaskan kepada segenap jajaran pemerintah Kabupaten Luwu Utara, serta kepolisian untuk mengambil tindakan yang tegas sekaitan dengan ini. Luwu Utara jangan lagi ada pembiaran.
Silahkan berkativitas, dengan catatan jalankan secara resmi sesuai peraturan perundang-undangan.
Apabila telah ditinjau dari segala aspek, dan ternyata, memang memiliki asas manfaat yang lebih terhadap kesejahteraan masyarakat dan daerah, maka kenapa tidak dilakukan?
Kami, Pemuda Muslimin Indonesia Kota Palopo akan terus ambil bagian dalam pengawalan hukum atas peristiwa tersebut.
Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kota Palopo, Budirman.










