INDEKSMEDIA.ID – Warga Kelurahan Penggoli, Kecamatan Wara Utara wara rutin ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebulan sekali. Lurah Penggoli, Muh Asri Yusuf SSos mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKMB).
“Ini juga sebagai upaya Pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang sehat,” kata Asri kepada wartawan.
Menurut Asri, kegiatan Posyandu ini untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan ibu maupun anak untuk menjaga stabilitas kesehatan, baik saat mengandung maupun setelah lahiran.
“Sebagai Pemerintah sudah sepatutnya memperhatikan kesehatan warganya baik itu bayi, ibu hamil, atau ibu yang telah melahirkan hingga Lansia,” jelas Asri.
Terkhusus di kelurahannya, Asri menyebutkan, kegiatan Posyandu dilaksanakan setiap 3 bulan sekali dengan Posyandu yang berbeda. Ketiga Posyandu tersebut yakni Posyandu Nuri yang terletak di Jl Nonci dekat kantor kelurahan, Posyandu Merpati di Jl Sungai Cerekang, dan Posyandu Elang di Jl Sungai Cerekang atau tepatnya di belakang kantor Kelurahan Pontap.
“Jadi ada 3 kali Posyandu yang kami lakukan di hari dan tanggal yang berbeda yakni pada tanggal 9, 11, dan 13 setiap bulannya yang jam operasionalnya dimulai pada pukul 8 pagi,” ucap Asri.
Dijelaskan Asri, Posyandu sebagai salah satu layanan kesehatan ini memiliki berberapa layanan utama secara umum seperti pelayanan Keluarga Berencana (KB), Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), perbaikan gizi, imunisasi, penanggulangan diare, serta pengecekan dan pencegahan stanting.
“Pada hari Rabu tanggal 9 kemarin telah dilaksanakan Posyandu di pos Nuri sekitar hampir mencapai 200 orang yang terdiri dari ibu hamil, balita, hingga anak umur 5 tahunan dan Lansia. Untuk ibu hamil itu dilakukan pengecekan terhadap kandungan dan kesehatannya. Kalau yang bayi itu biasanya pemberian imunisasi dan perhatian gizi asupannya, anak usia 5 tahunan diberikan obat cacing dan terakhir Lansia dilakukan pengecekan kesehatan seperti pengecekan tekanan darah,” jelasnya.
Asri pun menyebutkan, pada Posyandu di kelurahannya tersebut juga terdapat Tim Pendamping yang terdiri dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), para Kader Posyandu dan Tenaga Kesehatan Puskesmas.
“Mengenai persoalan masyarakat peserta posyandu itu sudah ada daftar nama totalnya secara pasti di masing masing Posyandu yang ada di Kelurahan kami. Jadi nantinya jika ada peserta yang tidak datang saat kegiatan Posyandu, maka akan dicari tahu dan dipertanyakan oleh tim pendamping mengapa tidak datang,” ungkap Asri.
“Jadi akan selalu ada pengawalan yang terus dilakukan oleh tim pendamping terhadap masyarakat guna posyandu ini betul-betul terlihat manfaatnya,” pungkas Asri. (*)












